Sebuah Ketulusan (yang sia-sia)

Sia-sia kugapai bayangmu,
yang terlukis dalam bingkai masa laluku.
Seraut wajah, bagai aku mengenalnya.
Ingin kujalin persaudaraan padamu
Namun serasa tabir menghalangi..

Barangkali kau memang fatamorgana,
yang dirimu hanya sesosok raga yang terbangun
dari bayangan mimpi ,
trouma atau sindrom
Kau hanyalah bocah…
yang hanya mengenal dunia fatamorgana,
yang acuh tak acuh menyikapi dan
hanya kepalsuan semata

Kata sudah kehilangan makna
Dan lagu tak lagi mengalunkan iramanya.
Sebegitu angkuhkah dirimu menanggapi aku
Hingga kita akhirnya hanya sama-sama menjadi orang asing
yang benar-benar asing dalam ruang bingkai tak berbatas
Hingga tak ada lagi sapa terpaut
Semua ini hanyalah sia-sia bagiku
karena kau tak pernah mengerti arti sebuah Ketulusan.

Renunganku :
“Hati orang siapa yang tahu, manis di luar belum tentu manis didalam,
tulus di luar belum tentu juga tulus di dalam, hati orang siapa yang tahu…”
ternyata tidak selamanya niat tulus itu dapat diterima dengan mudah.
Tergantung dari sisi mana kita akan melihat. Dan itu semua bukan hal yang mudah.
Hati orang siapa yang tahu.

Dedicate to someone

One Response to “Sebuah Ketulusan (yang sia-sia)”

  1. I LIKE IT….”Don’t Be Sad,,, Alloh always with us”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: