Panorama di Bawah Hujan

Sejak pagi hujan turun tiada henti
Ada baiknya aku tinggal di rumah saja
Kutahu selokan pada mampet lalu air meluap
Sampah dan kotoran manusia
Saling berebut tempat memulas udara
Dengan warna-warni aroma yang bikin pusing kepala : lalu mual dan muntah

Begitulah curah airmata yang dasyat
Telah pula menghanyutkan berbagai sampah kehidupan
Sampah kekuasaan bikin mampet saluran keadilan
Limbahnya melimpahkan penderitaan
Demikian monopoli kekayaan
Melahirkan kemiskinan dan penindasan
Sedang rumputan yang kau pangkas itu
Hanya demi lancarnya saluran air yang mengalir
Menggenangi sawah dan kolammu saja
Sedang si miskin hanya menatap kesuburan tanamanmu ; di luar pagar

Yang berdurikan nilai-nilai
Peradaban; berkilat maut

Maka itu saat hujan seperti ini
Ada baiknya aku tinggal di rumah saja
Minum kopi sambil nonton tv
Atau sekali waktu turun ke jalan
Menyiangi kekuasaan yang mampet
Agar keadilan ngalir
Ke sungguh muara kehidupan !

(Soni Farid Maulana-1989)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: